Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
agen togel terpercaya
Game MM Bola Tangkas Indonesia
 Agen Poker IDN Terpercaya
 Agen Poker Terpercaya
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Namaku nia (bukan nama asli), anak sulung dari 3 perempuan, berasal dari kota di jawa timur dan sekarang ngekos di satu kota yang terkenal dengan romantismenya. aku bakal menceritakan pengalamanku pada 3 tahun yang lalu.

Aku kuliah di kampus ternama dikota ini, dengan jumlah mahasiswa perempuan dan laki-laki yang seimbang di fakultasku, aku bukanlah yang tercantik (ya mungkin masuk 20 besar). bisa dibilang badanku curvy dengan tinggi badan dibawah rata2 haha. dengan selalu menggunakan hijab, wajah manis, kulit putih bersih, ukuran 36B serta bokong yang padat, sebenarnya aku menjadi target sebagian dari lelaki di fakultasku. namun aku pilih2 standart dong.

pada 3 tahun yang lalu, aku sudah memiliki kekasih sebenarnya, seorang calon dokter gigi yang tampan untuk ukuranku, dan digaris bawahi dia adalah seseorang yang alim (bawaan keluarga). walaupun begitu, selama pacaran kami cukup liar (menurutnya) dalam bermesraan. melakukan oral dan mengeluarkan dimulutku itu sesuatu yang cukup sering kulakukan ke dia, sedangkan aku hanya digesek menggunakan jarinya saja.

pengalaman hilangnya perawanku akan kuceritakan kali ini, bukan bersama pacarku, melainkan selingkuhanku,
namanya Fadil (bukan nama sebenarnya, pasti) adalah orang yang pertama merasakannya, dia adalah seniorku dikampus. tidak tampan bahkan biasa aja, dengan tinggi 175 serta badan berisi membuatku tertarik dengan dia. tapi yang paling membuatku terpikat, dia anak orang berada serta terpandang di ibukota, sama sepertiku kami sama sama anak perantauan, namun dia memiliki rumah sendiri. kalau dilihat dari luar, kami hanya terlihat berteman dekat, dikarenakan kami berbeda kepercayaan, dan pacarku yakin aku tidak akan macem2 dengannya ( haha padahal )

Kejadiannya pada sore hari, sekitar jam 17.30, hari itu kami sedang jalan menggunakan mobil keluaran toyota tahun terbaru milik fadil. lain dari biasanya, dia mengajak kerumahnya dengan alasan dia sedang sakit perut, dan aku hanya berkata “ya Boleh”

kami akhirnya sampai garasi rumahnya, dengan terdapat pagar otomatis, kami tidak perlu turun untuk membukakan pagar. setelah dia menarik rem tangan, dengan cepatnya, tangannya meraih belakang leherku dan bibirnya langsung bertemu dengan bibirku, dia selalu sangat bergairah saat kissing, sekitar bibirku langsung basah semua, belum lagi lidahnya yang sesekali memasuki rongga mulutku. “uuuuhhh” aku hanya dapat berkata demikian.

setelah sekitar 5 menit melakukan peraduan bibir, fadil mulai membuka kancing atas bajuku yang berwarna hijau ini.
” jangan disini yang, masih sore nanti dilihat orang” kataku
“gak papa kok, gak akan ada yang liat, aku udah gak sabar pengen jilatin tetek kamu” sambil fadil meneruskan membuka kancing bajuku dan sesekali meremas tetekku.
dengan rangsangan seperti itu, aku sendiri juga sudah tidak tahan, kuturunkan kursi mobilku dan pasrah menerima serangan.
begitu seluruh kancing kemejaku terbuka, fadil langsung membuka BH hitamku yang kaitannya terdapat didepan (aku tidak pernah menggunakan naju lapis dikarenakan badanku yang berisi malah membuat sesak kemeja)
‘wow makek BH yang ini ya yang, sudah persiapan banget ya” ujar fadil
aku hanya menutup mataku menikmati rasa geli yang mengalir disekitar putingku, kurasakan sekitar memekku juga mulai basah karenanya.
sekitar 2 menitan menerima rangsangan, tiba2 kurasakan benda tumpul lembut memaksa memasuki mulutku.
wah sudah buka celana dia, cepat sekali, batinku
fadil sudah berdiri mengangkang diatas dadaku serta memaksa memasukkan penisnya ke dalam mulutku.
“isap yang” ujar fadil
aku hanya membuka dan mengisap batang kesenangan ini, sedangkan fadil yang bergerak maju mundur.
dengan penis sepanjang 15 cm dan gemuk, agak sulit bagiku melakukan cara kesenangan fadil, cara yang membuatnya hampir selalu keluar dimulutku, yaitu menelan semua batangnya sampai terasa masuk dikerongkonganku.
“uuuhhhhh enak yang, lagi yang” pinta fadil
5 menit sudah melakukan servis pada penisnya, aku juga kelelahan,
‘sudah dulu ay, aku capek”
dengan nafas tersengal- sengal, mulai ku atur pelan pelan nafasku, disaat juga kurasakan tarikan paksa celana hingga celana dalamku hingga terlepas semua
‘ aku isap ya yang, kamu ngangkang deh”
kuturuti apa mau selingkuhanku ini demi kenikmatan yang aku terima, dan aku hanya menyisakan kemeja yang terbuka serta jilbab hijau muda ini.
seketika aku langsung merasakan nikmat mendesir dari kemaluanku, kenikmatan yang terjadi akibat kerjasama lidah dan jari telunjuk yang mengacak acak vaginaku
” yang nikmat sekali, pelan yang” namun fadil malah mempercepat gerakan jarinya
aku hanya bertahan 5 menit, sampai kurasakan terdapat aliran air di rongga vaginaku, “uuuhhh berenti dulu yang”
fadil tidak berhenti, aku terus menerus merasakan rasa geli ini sekitar 2 menitan.
kemudian fadil berhenti sejenak, aku yang lemas hanya memejamkan mataku, terasa fadil sudah berada diantara kedua pahaku.
aku tahu ini,” yang, apaan ? aku masih virgin lo” dengan muka ketus, berharap dia melanjutkan niatnya.
“iya gak papa ay, nanggung kan, gak sakit kok, udah ada ini” sambil menunjukkan botol yang belakangan kutahu adalah pelumas yang dijual disamping kondom pada minimarket.
kulihat fadil mengolesi penisnya dengan pelumas itu, aku hanya melihatnya, karna aku terlalu ingin untuk dimasuki tapi terlalu takut untuk kehilangan perawan.
“jangan yang” seketika itu langsung bersentuhan dan penetrasi pelan penis itu ke pinggi vaginaku
aku langsung terkejut merasakan sesuatu yang baru dan memejam
melihatku seperti ini, fadil langsung memperdalam penisnya dengan beberapa hentakan.
jujur sakit sekali kurasa, namun dalam waktu beberapa menit, aku sudah mendesah keras seperti kehilangan kontrol diri
kenikmatan ini melebihi yang kurasakan sebelumnya, fadil semakin keras menghentakku dan keringat bercucuran dari tubuh kami masing2.
“enak kan yang”
“iya yang” ujarku
“kamu ketagihan ?”
iya yang, enak kontolnya” entah kenapa aku jadi liar seperti ini
kami hanya melakukan gerasakan yang sama hingga 10 menitan, fadil menjepit kemaluannya pada tetekku. aku yang paham, langsung menekan tetekku dikedua sisi.
hanya beberapa goyangan, fadil langsung menembakkan cairannya dengan sangat banyak hingga memenuhi wajah dan membasahi jilbabku, bahkan sampai kursi belakang mobil tempat perseteruan kami. fadil langsung mengarahkan ke mulutku dengan paksa karna mataku tertutup dipenuhi peju.
aku membersihkan kontolnya dari sisa sisa cairan perjuangannya. kemudian dia kembali ke bangku asalnya.
dengan kesal, aku meraba dan mencari celana dalamku, kemudian membersihkan wajahku dengan itu.

“yang enak banget kan yang”
“iya enak yang” ketusku yang merasa fadil sudah puas hingga lupa membantuku membersihkan dari sisa pejunya
“nanti lagi ya yang”
“iya” kataku

sampai tersadar kalau lingkungan sekitar kami sudah gelap. untung saja, tidak ada yang sadar, batinku
“ayo masuk ke rumahku yang, sekalian kamu mandi”
dengan melihat batang kemaluannya yang sedikit tegak, aku yakin bakal ada lebih dari sekedar mandi.